Manduamasku
Puisi untuk Tanah Kelahiran
meski disana jauh dari hiruk pikuk kota
walau hanya hutan dan nyanyian jangkrik
aku tau disitulah tangis tawaku bermula.
kiniku jauh dirantau orang demi membru ilmu yg tak kunjung henti
tak sedikit kota yang telah kuinjak dan juga bnyak orang yang tlah kukenal
iri hati terkdang muncul melihat kota lain yang indah nan permai; Jakarta, Lasvegas,manchester,jurich terkdang mucul niat minggat ksana,namun aq tau darahku mengalir di Manduamas.
semakin kusadari betapa berharganya kampung pemberian Tuhan ini.
gunungnya hijau, lautnya luas dan gadis - gadis yang ramah tamah
semua itu berkat anugerah, anugerah Tuhan yg maha kuasa.
memang indah nyanyian Beyonce tp tak semerbak merdunya penyanyi lapo tuak, disana ada persahabatan, kekompakan dan persaudaraan.
walau miskin masyarakat mandauamas pasti hatinya tak sepelit majikan di Malasia yang memberikan ampas untuk TKI
seelok apapun lekukan sungai nil pasti tak seelok sungai sibadak, disana ada banyak kisah baik suka maupun duka.
oh ....Manduamas nauli disana oppung, namboru, tulang dan Pariban menanti - nanti kapan kukembali.
Cipt. Liong Jai Sihombing



